NK Dianiaya Mantan Suami, Upaya Pelaporan Terkendala Syarat Saksi

- Redaksi

Sabtu, 22 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi NK mendapat penanganan medis di Puskesmas Legung seusia dianiaya mantan suaminya. ©Okedaily.com

Kondisi NK mendapat penanganan medis di Puskesmas Legung seusia dianiaya mantan suaminya. ©Okedaily.com

OkeDaily.com Seorang warga Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep berinisial NK, diduga menjadi korban penganiayaan oleh mantan suaminya, HS, yang berasal dari Desa Dapenda.

Dugaan tindak pidana penganiayaan ini terjadi pada Jumat (21/3) malam sekitar pukul 21.00 WIB, saat NK tengah berkendara seorang diri dengan sepeda motor.

Menurut keterangan NK kepada media okedaily.com, tiba-tiba HS memukulnya dari arah belakang. Pukulan itu mendarat tepat di bagian belakang leher.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Kedapatan Menguasai Barang Terlarang, Pemuda Asal Lumajang Diamankan Polres Sampang

Setelah melakukan pemukulan, HS langsung melarikan diri bersama seorang rekannya yang dibonceng sepeda motor. NK yang menahan sakit berusaha mengejar, namun pelaku sudah tidak terkejar.

Dalam kondisi lemah, NK sempat menghubungi Kepala Desa Dapenda, yang diketahui masih memiliki hubungan kekerabatan dengan HS.

Dengan harapan ada upaya mediasi atau teguran terhadap mantan suaminya, setibanya di Desa Dapenda, NK justru mendapati HS mengamuk tanpa alasan yang jelas.

Merasa sakit akibat pukulan tersebut, NK akhirnya dijemput oleh keluarganya, dan segera dilarikan ke Puskesmas Legung untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga :  Pansus DPRD Sumenep Libatkan Sejumlah Stackholder, Berikut Kata Mas Uyuk

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pihak keluarga sebenarnya berniat melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian sektor Batang-Batang.

Namun, sambung dia, mereka menerima informasi dari seorang petugas kepolisian setempat bahwa laporan hanya dapat diproses jika ada saksi mata di tempat kejadian.

Karena NK berkendara seorang diri saat kejadian, keluarganya merasa kesulitan memenuhi syarat tersebut.

Akibatnya, rencana pelaporan ke polisi terpaksa diurungkan, dan mereka pun menghubungi redaksi media okedaily.com untuk meminta bantuan dalam menyuarakan kasus tersebut.

Baca Juga :  Dirkrimsus Polda Jatim Grebek Kediaman Kades Nonggunong, Ada Apa?

Tidak hanya mengalami kesulitan dalam pelaporan, pihak keluarga NK juga menerima tekanan dari Kepala Desa Dapenda. “Pak kades setempat menawarkan penyelesaian secara mediasi di desa,” tuturnya, pada Sabtu (22/3), saat ditemui pewarta di ruang rawat inap Puskesmas Legung.

“Namun, jika saya tetap bersikeras melapor ke polisi, saya diancam akan dilaporkan balik dengan tuduhan memasuki pekarangan orang lain tanpa izin,” imbuhnya.

Berdasarkan Pasal 351 KUHP, penganiayaan merupakan tindak pidana yang dapat dikenakan hukuman penjara. Tidak adanya saksi mata di tempat kejadian memang bisa menjadi kendala, tetapi korban tetap memiliki hak untuk melapor, terutama jika memiliki bukti medis atas luka yang dideritanya.

Baca Juga :  Satlak P4GN Kabupaten Probolinggo gandeng UNUJA, Perkuat Langkah Preventif Pemuda Melawan Narkoba

Dalam kasus NK ini, ancaman laporan balik dengan tuduhan memasuki pekarangan orang lain tanpa izin juga perlu dikaji lebih lanjut, apakah memiliki dasar hukum yang kuat? atau justru merupakan bentuk intimidasi terhadap korban.

Peristiwa ini menjadi tantangan yang masih dihadapi NK dalam memperoleh keadilan. Banyak kasus serupa yang akhirnya menguap tanpa proses hukum akibat kendala administratif dan tekanan sosial.

Kasus yang menimpa NK tersebut menunjukkan bahwa masih ada kendala dalam mekanisme pelaporan kasus penganiayaan, terutama ketika korban berada dalam posisi rentan.

Baca Juga :  Ketidakjelasan Program Sinau Bareng, ABS Audiensi Bersama Dispendik Kota Surabaya

Dengan demikian, penting bagi aparat penegak hukum untuk memastikan bahwa akses keadilan tidak terhambat oleh prosedur yang berbelit.

Adapun harapannya, pihak kepolisian segera memberikan klarifikasi terkait kendala pelaporan ini serta memastikan perlindungan bagi korban agar tidak mendapat intimidasi.

Selain itu, keterlibatan pemerintah desa seharusnya berorientasi pada penyelesaian yang adil, bukan justru memberikan tekanan tambahan kepada korban.

Baca Juga :  DPRD Sumenep Rampungkan APBD Perubahan Tahun 2023

Hingga berita ini diterbitkan, media okedaily.com masih berupaya mendapat pernyataan resmi dari Kepala Desa Dapenda maupun Polsek Batang-Batang terkait peristiwa yang menimpa NK.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ditolak 2021, Akhirnya PSEL Diteken
Menilap Keuangan Negara Ratusan Juta Rupiah, Kades Imrah Resmi Ditahan Kejari Sumenep
Bali Teken MoU PSEL, DPRD Denpasar: Langkah Nyata Menuju Solusi Sampah
Anggota DPRD Denpasar Dorong Konsistensi Kebijakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber
Zulfikar Wijaya Nahkodai Tani Merdeka di Bali, Tekankan Kerja Nyata untuk Petani
Pelantikan Tani Merdeka Indonesia Se-Bali, Pengurus Diminta Jadi Penggerak dan Pengawal Program Petani
Aspirasi Warga Sesetan Menguat, PemKot Berjanji Melakukan Penggantian Mesin dan Evaluasi Pengelolaan TPS3R Sesetan
TPS3R Sesetan Terima Sampah Luar Wilayah, DPRD Denpasar Soroti Dampak dan Kapasitas

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 09:44 WIB

Ditolak 2021, Akhirnya PSEL Diteken

Kamis, 23 April 2026 - 18:48 WIB

Menilap Keuangan Negara Ratusan Juta Rupiah, Kades Imrah Resmi Ditahan Kejari Sumenep

Selasa, 21 April 2026 - 10:45 WIB

Anggota DPRD Denpasar Dorong Konsistensi Kebijakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Selasa, 21 April 2026 - 10:32 WIB

Zulfikar Wijaya Nahkodai Tani Merdeka di Bali, Tekankan Kerja Nyata untuk Petani

Senin, 20 April 2026 - 01:38 WIB

Pelantikan Tani Merdeka Indonesia Se-Bali, Pengurus Diminta Jadi Penggerak dan Pengawal Program Petani

Berita Terbaru

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes. ©okedaily.com/istimewa

Nasional

RSUD Moh Anwar Sumenep Terus Perkuat Layanan Kesehatan 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 11:15 WIB

Terpantau, Ketua Banggar DPR RI, MH. Said Abdullah, menghadiri Musancab 2026 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep. ©okedaily.com [foto: Mashudi Surahman]

Politik

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD

Minggu, 26 Apr 2026 - 14:59 WIB

I Gede Tommy Sumertha, Anggota DPRD Kota Denpasar. Foto: AI

Berita

Ditolak 2021, Akhirnya PSEL Diteken

Minggu, 26 Apr 2026 - 09:44 WIB

Verified by MonsterInsights