Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

- Editorial Team

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Sejumlah wartawan yang hendak melakukan peliputan kegiatan di Mapolresta Sumenep hanya dapat menunggu di luar area. Padahal, sesuai UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, setiap badan publik wajib memberikan akses informasi. ©okedaily.com [foto: Fauzi AS, Pengamat Kebijakan Publik]

Sejumlah wartawan yang hendak melakukan peliputan kegiatan di Mapolresta Sumenep hanya dapat menunggu di luar area. Padahal, sesuai UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, setiap badan publik wajib memberikan akses informasi. ©okedaily.com [foto: Fauzi AS, Pengamat Kebijakan Publik]

Namun konferensi pers itu mendadak dibatalkan. Publik juga tidak memperoleh penjelasan yang memadai mengapa acara yang sudah siap digelar itu tidak jadi dilaksanakan.

Kini, beberapa bulan kemudian, wartawan kembali menghadapi pengalaman yang berbeda tetapi menghasilkan rasa yang sama.

Datang untuk mendapatkan informasi. Pulang membawa pertanyaan. Mungkin semua memiliki alasan administratif. Mungkin semuanya memiliki pertimbangan pengamanan.

Tetapi di era ketika kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum sedang diuji, yang dibutuhkan bukan hanya alasan, melainkan penjelasan. Sebab ruang kosong informasi tidak pernah benar-benar kosong. Ia akan segera diisi oleh spekulasi.

Ironi ini semakin terasa karena hadir di tengah dinamika nasional yang membuat hubungan Polri dan Kejaksaan menjadi sorotan publik.

Baca Juga :  Kritik Program Upland Hadiah Amplop

Berbagai perkara besar, saling mengusut dugaan pelanggaran, hingga munculnya persepsi ketegangan antarlembaga telah menjadi konsumsi masyarakat.

Dalam situasi seperti itu, publik berharap para pimpinan kepolisian tampil sebagai penyejuk keadaan. Bukan hanya memimpin pasukan. Tetapi juga memimpin kepercayaan. Kapolda Jawa Timur bukan hanya pemimpin administratif, ia adalah wajah Polri di provinsi ini.

Baca Juga :  Mungkinkah Hasil Pilkada Sumenep Dibatalkan dan Pasangan Fauzi-Imam Didiskualifikasi MK?

Karena itu, setiap gestur, setiap keputusan, bahkan setiap kesan yang muncul di ruang publik ikut membentuk citra institusi.

Sayangnya, belakangan ini yang lebih sering menjadi pembicaraan bukan keberanian membuka ruang dialog, melainkan semakin sempitnya akses informasi.

Facebook Comments Box

Penulis : Fauzi AS

Sumber Berita: okedaily.com

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Jangan Biarkan Indonesia Dijajah Algoritma Asing
Gendang Barat dan Sinyal Persoalan Lingkungan di Pulau Sapudi
Dibalik Tirai Newsroom Jaga Desa
Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik
Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi
Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer

Related News

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Jangan Biarkan Indonesia Dijajah Algoritma Asing

Minggu, 6 September 2026 - 15:37 WIB

Gendang Barat dan Sinyal Persoalan Lingkungan di Pulau Sapudi

Jumat, 4 September 2026 - 10:27 WIB

Dibalik Tirai Newsroom Jaga Desa

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera

Latest News