Tahunan Ditolak, RKPDesa TA 2022 Diterima Warga Pulau Sabuntan

- Redaksi

Selasa, 9 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Desa Sabuntan Ahmad Rasyid (kanan) bertahun-tahun tampuk pemerintahannya yang sah secara demokratis ditolak oleh warga pulau Sabuntan [okedaily.com / Bang_dJ]

Kepala Desa Sabuntan Ahmad Rasyid (kanan) bertahun-tahun tampuk pemerintahannya yang sah secara demokratis ditolak oleh warga pulau Sabuntan [okedaily.com / Bang_dJ]

Okedaily.com, Sumenep – Demokrasi desa merupakan demokrasi asli nenek moyang kita sebelum Republik Indonesia berdiri. Seperti yang dialami oleh Kepala Desa terpilih Desa Sabuntan Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, menunjukkan akan dampak politik bawah ini sangat memiliki gesekan kuat.

Sedari awal terpilihnya Ahmad Rasyid, sebagai kepala desa Sabuntan pada Pilkades Serentak Kabupaten Sumenep 2019 lalu. Seharusnya warga pulau Sabuntan mengedepankan musyawarah daripada menjadi korban politik desa, yang mana telah menolaknya hingga bertahun-tahun.

Seperti kita ketahui bersama, musyawarah adalah sebagai prinsip demokrasi desa, dan merupakan bagian dari rekognisi (pengakuan, red) atas kearifan lokal yang dimiliki masyarakat desa. Termasuk di dalamnya merekognisi sifat kebersamaan dan kolektivitas dengan mengedepankan pikir yang jernih.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kendati demikian, Pemerintah Desa Sabuntan dibawah kepemimpinan Ahmad Rasyid, pada hari Senin 8 November 2021 telah melaksanakan Musdes (Musyawarah Desa) dalam rangka pembahasan RKPDesa (Rencana Kerja Pemerintah Desa) TA 2022. Karena Musdes merupakan mekanisme utama dalam mencapai mufakat untuk menentukan arah pembangunan desa.

Baca Juga :  Zulfikar Wijaya Serap Aspirasi Lintas Komunitas dalam Reses DPRD Bali

Adapun pelaksanaan Musdes RKPDesa Sabuntan Tahun Anggaran (TA) 2022 tersebut, bertempat di balai pembantu yang berada di Pulau Sapangkur. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Ahmad Rasyid, bahwa ia sudah mengakomodir program kerja yang diusulkan masyarakat Pulau Sabuntan.

Ahmad Rasyid menuturkan, bahwa sejak pasca Pilkades 2019 lalu, warga Pulau Sabuntan menolak tampuk pemerintahannya yang sah secara demokratis. Namun hal itu bukanlah suatu alasan untuk pesimis baginya, demi mewujudkan ekonomi kerakyatan di wilayah yang ia pimpin.

Baca Juga : Eks Caleg PKB Sumenep Pertanyakan Jatah Pokir
Baca Juga : Eksploitasi Migas Bukan Jaminan Pagerungan Kecil Terang Benderang
Baca Juga : Carut Marut Perbup Sumenep Modal Suket Lolos Jadi Cakades
Baca Juga : Pipanisasi Bersumber Dana Desa Paliat Mangkrak
Baca Juga : Mengungkap Bunga Deposito Kasda Sumenep

“Sejak pasca pilkades, masyarakat Pulau Sabuntan tidak mau menerima keberadaan kades dan pemerintah desa terpilih, sehingga dalam kurun waktu beberapa tahun ini tidak mau menerima program apapun yang dianggarkan oleh desa,” tuturnya kepada Okedaily.com seusai Musdes.

Baca Juga :  Salut! Komisi IV DPRD Sumenep Rekomendasikan Pembatalan Rekrutmen Dewan Pendidikan

Tahunan Ditolak, RKPDesa TA 2022 Diterima Warga Pulau Sabuntan
Acara Musdes RKPDesa TA 2022 Pemerintah Desa Sabuntan [okedaily.com/Bang_dJ]
Akhirnya, setelah bertahun-tahun ditolak oleh warga Pulau Sabuntan, ia pun bersyukur atas terbangunnya kembali keharmonisan yang sudah lama diinginkan. Ahmad Rasyid berharap agar kerukunan dan kebersamaan untuk membangun desa Sabuntan terus terjaga tanpa membeda-bedakan kelompok.

Baca Juga : Ketua BPD dan Ketua Panitia Pilkades Sapeken Dipanggil Polres Sumenep
Baca Juga : Kegiatan Fiktif Desa Paliat Terungkap
Baca Juga : Dinas Pendidikan Sumenep Tak Berdaya, Kepala SMPN 2 Ra’as : Saya Bisa Remote Dari Asta
Baca Juga : Soal Dugaan Bolos, Penjaga SDN 3 Pancor Tuding Kepala Sekolah Pilih Kasih
Baca Juga : Rumah Pribadi Diduga Jadi Kantor Desa Paliat, Balai Desa Lama Jadi Sarang Ternak

“Namun, pada pelaksanaan Musdes tahun ini, alhamdulillah masyarakat Pulau Sabuntan sudah mau menerima, ada perwakilan dari para tokoh dan kadusnya juga ada yang hadir. Kemudian dimediasi oleh pak camat bersama tim pendamping desa,” ucapnya penuh syukur.

Baca Juga :  Disparbudpora Fasilitasi Rapat Koordinasi Lanjutan Kegiatan Puslatkab KONI Sumenep

Acara Musdes RKPDesa Sabuntan TA 2022 kali ini pun sukses atas tingginya kesadaran dan partisipasi masyarakat berjumlah 100 orang. Turut hadir mensukseskan pada acara tersebut dari pihak Forkopimka Sapeken, dan Koordinator Tim Pendamping Desa bersama dengan tim verifikasi dan fasilitasi Kecamatan Sapeken.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Duet De Gadjah-AWK Disebut untuk Pilgub Bali 2030, Ini Tanggapannya
Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD
De Gadjah dan Wayan Koster Bahas PSEL hingga Sekolah Rakyat Saat Makan Siang di Denpasar
Soal Pernyataan Saiful Mujani, Zulfikar: Indonesia Butuh Persatuan, Bukan Narasi Menjatuhkan Presiden
Dul Siam Minta Pemkab Tindaklanjuti Aspirasi dalam Musrenbang RKPD 2027
Simak Usulan Pokir DPRD Sumenep dalam Musrenbang RKPD 2027
Musrenbang RKPD 2027, Wabup Imam Pastikan Perhatikan Kepulauan
Ketua DPRD Sumenep Soroti Program MBG, Siap Sidak Dapur SPPG

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 11:12 WIB

Duet De Gadjah-AWK Disebut untuk Pilgub Bali 2030, Ini Tanggapannya

Minggu, 26 April 2026 - 14:59 WIB

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD

Selasa, 21 April 2026 - 10:40 WIB

De Gadjah dan Wayan Koster Bahas PSEL hingga Sekolah Rakyat Saat Makan Siang di Denpasar

Selasa, 7 April 2026 - 17:25 WIB

Soal Pernyataan Saiful Mujani, Zulfikar: Indonesia Butuh Persatuan, Bukan Narasi Menjatuhkan Presiden

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:15 WIB

Dul Siam Minta Pemkab Tindaklanjuti Aspirasi dalam Musrenbang RKPD 2027

Berita Terbaru