Dari Perdagangan ke RSUD, AWDI Sumenep Pertanyakan Kompetensi Idham Halil

- Editorial Team

Sabtu, 19 September 2026 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nampak depan gedung Setdakab Sumenep. Ketua DPC AWDI Sumenep, M. Rakib, mempertanyakan dasar kompetensi dan proses penempatan Idham Halil sebagai Kepala Bidang Penunjang, Pendidikan dan Penelitian RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. ®okedaily.com

Nampak depan gedung Setdakab Sumenep. Ketua DPC AWDI Sumenep, M. Rakib, mempertanyakan dasar kompetensi dan proses penempatan Idham Halil sebagai Kepala Bidang Penunjang, Pendidikan dan Penelitian RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. ®okedaily.com

Tetapi justru karena perpindahan tersebut diperbolehkan, prosesnya harus dapat dijelaskan. Apa kompetensi yang menjadi dasar?. Apa kebutuhan organisasinya?. Apa rekam pengalaman yang dianggap relevan?. Apakah ada asesmen?.

Dan yang paling penting, kata Rakib, apakah seluruh proses tersebut telah berjalan sesuai sistem merit?. Di sinilah letak persoalan yang menurutnya perlu dibuka kepada publik.

“Pertanyaannya sederhana. Tetapi justru pertanyaan tersebut yang sampai sekarang membutuhkan jawaban pemerintah daerah,” tegasnya.

Sistem Merit Jangan Berhenti Menjadi Istilah Birokrasi

Manajemen ASN saat ini tidak dapat dilepaskan dari prinsip sistem merit. UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara menempatkan sistem merit sebagai dasar penyelenggaraan Manajemen ASN.

Pengembangan talenta dan karier seorang ASN juga harus mempertimbangkan kualifikasi, kompetensi, kinerja dan kebutuhan instansi pemerintah daerah.

Baca Juga :  Idle Cash Ratusan Miliar, Pemkab Sumenep Mendapat Opini WTP LKPD 2020

Kemudian pemerintah telah menerbitkan PermenPANRB Nomor 19 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sistem Merit dalam Manajemen ASN.

“Artinya, sistem merit bukan sekadar jargon dalam pidato birokrasi ya,” ujar Rakib.

Sistem merit harus terlihat dalam proses nyata bagaimana kebutuhan jabatan ditentukan, bagaimana kompetensi dinilai, bagaimana karier dikembangkan dan bagaimana seseorang ditempatkan pada posisi tertentu.

Maka ketika terjadi perpindahan seorang pejabat ke jabatan dengan karakter tugas berbeda, pertanyaan mengenai dasar kompetensi menjadi sesuatu yang wajar dalam kontrol publik.

Baca Juga :  Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini Melalui Buku Sejarah Keris

“Kalau sudah dilakukan penilaian, apa parameternya?. Kalau ada asesmen, siapa yang melakukan?. Kalau berdasarkan kebutuhan organisasi, apa kebutuhan tersebut?. Dan kalau semuanya sudah sesuai sistem merit, mengapa pemerintah tidak menjelaskannya kepada publik?,” tanya Rakib.

Facebook Comments Box

Penulis : Mashudi Surahman

Editor : Wandi Abdullah

Sumber Berita: OkeDaily

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

SOP Baru Produk Hukum Sumenep: Menata Prosedur, Menjaga Kepastian Hukum
Nama Anggota DPR RI Masuk Desil 4, Dinsos Toraja Utara Beri Penjelasan
Korban Salah Data, Ibu Sumaina Masih Bernafas Tapi Negara Mencatatnya Mati
Gus Kikin, Bos Migas Terpilih Jadi Ketum PBNU: Saat Kepemimpinan NU Bersinggungan dengan Kekayaan Energi
Gonta-ganti Kapolres, Tambang Galian C Ilegal di Sumenep Tak Kunjung Tuntas
Merdeka di Tiang Bendera, Kapan di Perut Rakyat?
Menolak Wacana Sumenep Kepulauan, GMNI Nyekar ke Makam Para Pahlawan
Fakta Baru Sindikat Motor dan Mobil Bodong di Pulau Sapudi, Polisi Cari Aman?

Related News

Kamis, 10 September 2026 - 17:57 WIB

SOP Baru Produk Hukum Sumenep: Menata Prosedur, Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 9 September 2026 - 16:35 WIB

Nama Anggota DPR RI Masuk Desil 4, Dinsos Toraja Utara Beri Penjelasan

Sabtu, 5 September 2026 - 14:14 WIB

Korban Salah Data, Ibu Sumaina Masih Bernafas Tapi Negara Mencatatnya Mati

Rabu, 2 September 2026 - 10:37 WIB

Gus Kikin, Bos Migas Terpilih Jadi Ketum PBNU: Saat Kepemimpinan NU Bersinggungan dengan Kekayaan Energi

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Gonta-ganti Kapolres, Tambang Galian C Ilegal di Sumenep Tak Kunjung Tuntas

Latest News

Seorang warga Pulau Sapudi menjadi korban pembacokan sepulang ziarah, dan kini ditangani aparat kepolisian. ©okedaily.com [Foto: Ilustrasi]

Nasional

Pulang Ziarah, Warga Pulau Sapudi Dibacok Orang Tak Dikenal

Minggu, 20 Sep 2026 - 08:24 WIB

Ketua PW GP Ansor Bali menegaskan bahwa kaderisasi adalah nyawa organisasi dalam sebuah agenda kaderisasi di Bali. ®okedaily.com [Foto: Dok. GP Ansor Bali]

Pendidikan

Ketua GP Ansor Bali Sebut Kaderisasi adalah Nyawa Organisasi

Sabtu, 19 Sep 2026 - 19:50 WIB