Menolak Wacana Sumenep Kepulauan, GMNI Nyekar ke Makam Para Pahlawan

- Editorial Team

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPC GMNI Kabupaten Sumenep saat melakukan ziarah dan nyekar ke makam para pahlawan dalam momentum menyambut Kemerdekaan RI ke-81. ®okedaily.com [Foto: Radiana Nurisa]

DPC GMNI Kabupaten Sumenep saat melakukan ziarah dan nyekar ke makam para pahlawan dalam momentum menyambut Kemerdekaan RI ke-81. ®okedaily.com [Foto: Radiana Nurisa]

“Mengubah nama menjadi Kabupaten Sumenep Kepulauan sama saja berpotensi mereduksi perjalanan panjang sejarah peradaban Sumenep yang utuh. Penambahan kata ‘kepulauan’ juga berpotensi menciptakan sekat psikologis baru, seolah-olah daerah ini terpecah secara identitas,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena persoalan yang dihadapi masyarakat kepulauan sejatinya bukan hanya persoalan nama.

Baca Juga :  Pemuda Brakacu Berbagi 1.200 Bibit Pohon Gratis, Berikut Manfaatnya

Pertanyaan mendasarnya, apakah perubahan nomenklatur benar-benar akan menyelesaikan persoalan ketimpangan pembangunan antara daratan dan kepulauan?.

Di titik inilah GMNI Kabupaten Sumenep meminta pemerintah daerah menjelaskan landasan filosofis, historis, administratif, dan substansi pembangunan dari wacana tersebut.

Jangan Sampai Nomenklatur Menjadi Jalan Pintas

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Tidak Melelang Kursi Dirut PT WUS, Ada Apa?

Wacana perubahan nama daerah kerap dikaitkan dengan upaya memperkuat posisi wilayah kepulauan serta mendorong pemerataan pembangunan. Namun, bagi GMNI Kabupaten Sumenep, argumentasi tersebut perlu diuji secara lebih serius.

Maka dari itu, Fauzan mengingatkan Bupati Sumenep agar tidak menjadikan perubahan nomenklatur sebagai solusi instan atas persoalan ketimpangan yang telah berlangsung lama.

Baca Juga :  Dana Ratusan Juta Rupiah Raib, Pagar Pasar Batuan Sumenep di Lahan Sengketa

“Bupati harus memahami perbedaan antara pulau dan kepulauan. Jangan sampai membuat wacana secara serampangan dengan alasan tertentu, sementara persoalan substansial masyarakat kepulauan justru belum diselesaikan,” katanya.

Facebook Comments Box

Penulis : Radiana Nurisa

Editor : Mashudi Surahman

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Pemerhati Birokrasi Sumenep Pertanyakan Pengangkatan Camat yang Belum Penuhi Kompetensi Pemerintahan
Pemkab Sumenep Klaim Pengangkatan Camat Berdasarkan Rekomendasi BKN, Sertifikasi Kepamongprajaan Menyusul
Empat Desa Ajukan Lahan KDMP ke PT Garam, Berbulan-bulan Belum Ada Kepastian
Klaim Berbasis TPK, Bupati Sumenep Mutasi Sekcam Bluto Menjelang Purna Tugas
Pemkab Sumenep Klaim Mutasi Berbasis TPK, Kompetensi Idham Halil Masih Dipertanyakan
Dari Perdagangan ke RSUD, AWDI Sumenep Pertanyakan Kompetensi Idham Halil
SOP Baru Produk Hukum Sumenep: Menata Prosedur, Menjaga Kepastian Hukum
Nama Anggota DPR RI Masuk Desil 4, Dinsos Toraja Utara Beri Penjelasan

Related News

Selasa, 29 September 2026 - 10:34 WIB

Pemerhati Birokrasi Sumenep Pertanyakan Pengangkatan Camat yang Belum Penuhi Kompetensi Pemerintahan

Selasa, 29 September 2026 - 10:26 WIB

Pemkab Sumenep Klaim Pengangkatan Camat Berdasarkan Rekomendasi BKN, Sertifikasi Kepamongprajaan Menyusul

Kamis, 24 September 2026 - 16:58 WIB

Empat Desa Ajukan Lahan KDMP ke PT Garam, Berbulan-bulan Belum Ada Kepastian

Selasa, 22 September 2026 - 12:57 WIB

Klaim Berbasis TPK, Bupati Sumenep Mutasi Sekcam Bluto Menjelang Purna Tugas

Minggu, 20 September 2026 - 19:34 WIB

Pemkab Sumenep Klaim Mutasi Berbasis TPK, Kompetensi Idham Halil Masih Dipertanyakan

Latest News