Ketika Desa Terlalu Sunyi, GPS Pertanyakan Tata Kelola Pemerintahan Desa Saobi

- Editorial Team

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

GPS saat menyampaikan aspirasi terkait tata kelola pemerintahan Desa Saobi kepada DPMD Kabupaten Sumenep. Audiensi tersebut menjadi ruang penyampaian sejumlah pertanyaan publik mengenai pelayanan, transparansi anggaran, partisipasi BPD dan aparatur desa, serta keterbukaan informasi. ®okedaily.com [Foto: Ahmad Fauzan]

GPS saat menyampaikan aspirasi terkait tata kelola pemerintahan Desa Saobi kepada DPMD Kabupaten Sumenep. Audiensi tersebut menjadi ruang penyampaian sejumlah pertanyaan publik mengenai pelayanan, transparansi anggaran, partisipasi BPD dan aparatur desa, serta keterbukaan informasi. ®okedaily.com [Foto: Ahmad Fauzan]

Tujuh pertanyaan tersebut sebenarnya tidak sulit dijawab, apabila tata kelola pemerintahan desa saobi berjalan dengan dokumentasi yang baik.

Desa Bukan Panggung Kekuasaan

Pada akhirnya, persoalan tersebut bukan semata-mata tentang GPS dan Pemerintah Desa Saobi. Ini tentang pertanyaan yang jauh lebih besar, untuk siapa kekuasaan di desa dijalankan?.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala desa dipilih masyarakat. Perangkat desa bekerja untuk pelayanan masyarakat. Dan BPD menjalankan fungsi representasi dan pengawasan.

Sementara anggaran desa saobi berasal dari sumber-sumber keuangan publik yang penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan.

Oleh karena itu, Pemdes Saobi tidak boleh berubah menjadi ruang kekuasaan yang sulit disentuh pertanyaan publik. Kritik terhadap pemerintah desa, bukan otomatis berarti permusuhan terhadap pemerintah desa.

Baca Juga :  Satpol-PP Sumenep Amankan S dan IA di Kamar Kost

Sebaliknya, kritik yang disampaikan berdasarkan kepentingan masyarakat dapat menjadi mekanisme koreksi agar pemerintahan saobi berjalan lebih baik.

Pemerintahan yang sehat bukan pemerintahan yang tidak pernah dikritik. Pemerintahan yang sehat adalah pemerintahan yang mampu menjawab kritik dengan data.

Jika GPS benar, pemerintah desa saobi harus memperbaiki. Jika sebagian informasi GPS keliru, pemerintah desa saobi berhak memberikan klarifikasi.

Bahkan, apabila ada perbedaan persepsi, dokumen harus menjadi hakimnya. Jika ada pelanggaran, mekanisme hukum dan administrasi harus bekerja. Dengan cara itu, tidak ada pihak yang perlu dihakimi sebelum proses klarifikasi.

Jangan Biarkan Saobi Menjadi Desa yang Sunyi dari Informasi

Baca Juga :  Berkas Kasus Dugaan Tindak Pidana Penipuan Masih Dicari?

Desa saobi tidak boleh hanya terdengar ketika pesta demokrasi berlangsung. Ia juga tidak boleh ramai ketika ada kegiatan seremonial, tetapi sunyi ketika masyarakat bertanya tentang anggaran dan pelayanan.

Desa saobi bukan milik kepala desa. Bukan milik perangkat desa. Bukan pula milik BPD. Desa saobi adalah ruang hidup masyarakat. Karena itu, setiap rupiah yang masuk ke desa harus memiliki pertanggungjawaban.

Setiap kebijakan harus memiliki proses. Setiap jabatan harus memiliki tanggung jawab. Dan setiap pertanyaan masyarakat harus memiliki jawaban.

GPS menyatakan akan terus mengawal tindak lanjut audiensi tersebut. Sikap itu dapat menjadi bagian dari kontrol sosial, sepanjang dilakukan dengan data, etika, dan tetap memberi ruang kepada pihak yang dipersoalkan untuk memberikan klarifikasi.

Baca Juga :  DPMD Penuhi Panggilan Polres Sumenep Atas Laporan Eks Panitia Pilkades Sapeken

Pada titik ini, persoalannya bukan lagi siapa yang benar dan siapa yang salah. Persoalannya adalah apakah pemerintahan desa mampu membuktikan bahwa mandat masyarakat benar-benar dijalankan.

Sebab desa yang demokratis bukan desa yang tidak pernah ditanya. Desa yang demokratis adalah desa yang tidak takut ketika rakyat bertanya.

Dan Saobi tidak boleh menjadi desa yang hanya terdengar ketika ada pesta demokrasi, tetapi terlalu sunyi ketika masyarakat meminta informasi.

Gerakan Pemuda Saobi (GPS): Mengawal Desa, Menjaga Amanah, Membela Kepentingan Masyarakat.

Facebook Comments Box

Penulis : Ahmad Fauzan

Editor : Mashudi Surahman

Sumber Berita: OkeDaily

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Sumenep Kepulauan untuk Siapa? Ketika Nama Hendak Diubah, Nasib Rakyat Belum Banyak Berubah
Bupati Sumenep Langgar SKJ yang Dibuat Sendiri? Pengangkatan Kabid SDK Dipertanyakan
Camat Dilantik Sertifikat Menyusul, Jangan Balik Logika Syarat Jabatan
Pemerhati Birokrasi Sumenep Pertanyakan Pengangkatan Camat yang Belum Penuhi Kompetensi Pemerintahan
Pemkab Sumenep Klaim Pengangkatan Camat Berdasarkan Rekomendasi BKN, Sertifikasi Kepamongprajaan Menyusul
Empat Desa Ajukan Lahan KDMP ke PT Garam, Berbulan-bulan Belum Ada Kepastian
Klaim Berbasis TPK, Bupati Sumenep Mutasi Sekcam Bluto Menjelang Purna Tugas
Pemkab Sumenep Klaim Mutasi Berbasis TPK, Kompetensi Idham Halil Masih Dipertanyakan

Related News

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Sumenep Kepulauan untuk Siapa? Ketika Nama Hendak Diubah, Nasib Rakyat Belum Banyak Berubah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Ketika Desa Terlalu Sunyi, GPS Pertanyakan Tata Kelola Pemerintahan Desa Saobi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Bupati Sumenep Langgar SKJ yang Dibuat Sendiri? Pengangkatan Kabid SDK Dipertanyakan

Selasa, 29 September 2026 - 14:48 WIB

Camat Dilantik Sertifikat Menyusul, Jangan Balik Logika Syarat Jabatan

Selasa, 29 September 2026 - 10:34 WIB

Pemerhati Birokrasi Sumenep Pertanyakan Pengangkatan Camat yang Belum Penuhi Kompetensi Pemerintahan

Latest News