Pelaku Bisnis Rokok Ilegal Buka-bukaan, Sebut Nama Pengusaha di Sumenep

- Editorial Team

Kamis, 10 November 2022 - 05:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Pemusnahan Rokok Ilegal alias Tanpa Pita Cukai Resmi. ©Okedaily.com/Ilustrasi

Pemusnahan Rokok Ilegal alias Tanpa Pita Cukai Resmi. ©Okedaily.com/Ilustrasi

OKEDAILY, MADURA – Salah satu pelaku bisnis rokok ilegal di Kabupaten Sumenep, buka-bukaan seputar aktifitas yang sedang gencar diperangi oleh pemerintah lewat berbagai macam tindakan pencegahan dan pemberantasan.

Terkhusus wilayah Kota Keris, Bea Cukai Madura bersama Tim Gabungan Pemerintah Kabupaten Sumenep bukan sekali melakukan penyisiran dan selanjutnya menyita rokok ilegal yang dijajakan toko-toko kelontong.

Bahkan, melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemerintah Kabupaten Sumenep berencana menggelontorkan dana fantastis bernilai miliaran rupiah untuk mensosialisasikan rokok ilegal lewat pementasan tari topeng.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, segala bentuk tindakan pemberantasan maupun sosialisasi tentang rokok ilegal di Kabupaten paling timur Pulau Madura yang akan dilakukan itu terkesan buang-buang anggaran serta hanya pencitraan belaka.

Baca Juga : Rektor Ummat Bekukan SK DPM dan BEM, Khairul : Bukan Langkah yang Tepat

Sebab, praktek usaha yang merugikan Pemerintah lewat potensi penerimaan asli daerah yang seharusnya masuk kas resmi negara tetap aman dan nyaman menjalankan bisnisnya.

Baca Juga :  Ketua AWDI Sumenep Apresiasi Atas Penahanan Para Penganiaya Dua Wartawan di Kota Keris

Sebut saja namanya Boy, pria asal Kabupaten Sumenep yang baru terjun di bisnis rokok ilegal beberapa bulan terakhir. Bersedia melakukan wawancara tentang seluk beluk bisnis rokok tanpa pita cukai resmi yang terjadi di Kabupaten Sumenep.

Ia membeberkan, lebih dari satu merk rokok ilegal kepunyaan pengusaha berinisial HM, yang juga pemilik PR Bahagia. Pangsa pasarnya pun menjangkau hingga Jakarta dan Pulau Dewata dan beromzet miliaran tiap bulannya.

“Pemasaran rokok ilegal hasil produksi para karyawan sekaligus tetangga HM, sampai ke Jakarta. Malah belum lama ini kena tangkap di Bali,” ungkap Boy, di sebuah warung kopi pada akhir bulan Oktober 2022 kemarin.

Baca Juga : Bawaslu Sumenep Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Sekedar Gugur Kewajiban?

Boy mengetahui hal tersebut karena dirinya merupakan pelaku yang ikut menjualkan rokok ilegal alias tanpa cukai resmi hasil produksi para karyawan sekaligus tetangga di sekitar kediaman HM.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Numpang Populis pada Mudik Gratis Kapal Laut Pemprov Jatim 2025?

Dari pengakuan Boy, ia biasa mengambil barang yang didistribusikan secara sembunyi itu, di sebuah gudang tak jauh dari rumah HM pada sore hari saat rokok ilegal tersebut selesai diproduksi.

“Pagi sampai sore rokok ilegal diproduksi di rumah-rumah tetangga yang juga karyawan dan dikumpulkan di gudang timurnya rumah pak haji. Setelah itu diantar ke tempatnya Zei (nama panggilan, red),” tukasnya.

Baca Juga :  Ketua AWDI Sumenep Sesalkan Dua Korban Kekerasan Pers Cabut Laporan Polisi

Lebih lanjut Boy menambahkan, Zei merupakan orang yang bertindak sebagai distributor rokok ilegal kepunyaan HM yang terdiri dari belasan merk itu, seperti Dubai, Gico, dll.

Baca Juga : Armatim Minta Kapolri Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

“Istilahnya Zei lah pengusahanya, jadi HM tidak ikut menjualkan. Siapa pun yang mau beli rokok itu harus lewat Zei,” ucap Boy.

Menindaklanjuti pengakuan Boy upaya penelusuran terhadap Zei terus dilakukan. Upaya komunikasi langsung kepada HM juga belum membuahkan hasil.

Sepintas terlihat mustahil bisnis rokok ilegal yang menurut perhitungan Boy beromzet miliaran rupiah perbulannya itu tak terendus aparat penegak hukum. Atau memang sengaja menutup mata?

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Sumenep Kepulauan untuk Siapa? Ketika Nama Hendak Diubah, Nasib Rakyat Belum Banyak Berubah
Ketika Desa Terlalu Sunyi, GPS Pertanyakan Tata Kelola Pemerintahan Desa Saobi
Bupati Sumenep Langgar SKJ yang Dibuat Sendiri? Pengangkatan Kabid SDK Dipertanyakan
Camat Dilantik Sertifikat Menyusul, Jangan Balik Logika Syarat Jabatan
Pemerhati Birokrasi Sumenep Pertanyakan Pengangkatan Camat yang Belum Penuhi Kompetensi Pemerintahan
Pemkab Sumenep Klaim Pengangkatan Camat Berdasarkan Rekomendasi BKN, Sertifikasi Kepamongprajaan Menyusul
Empat Desa Ajukan Lahan KDMP ke PT Garam, Berbulan-bulan Belum Ada Kepastian
Klaim Berbasis TPK, Bupati Sumenep Mutasi Sekcam Bluto Menjelang Purna Tugas

Related News

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Sumenep Kepulauan untuk Siapa? Ketika Nama Hendak Diubah, Nasib Rakyat Belum Banyak Berubah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Ketika Desa Terlalu Sunyi, GPS Pertanyakan Tata Kelola Pemerintahan Desa Saobi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Bupati Sumenep Langgar SKJ yang Dibuat Sendiri? Pengangkatan Kabid SDK Dipertanyakan

Selasa, 29 September 2026 - 14:48 WIB

Camat Dilantik Sertifikat Menyusul, Jangan Balik Logika Syarat Jabatan

Selasa, 29 September 2026 - 10:34 WIB

Pemerhati Birokrasi Sumenep Pertanyakan Pengangkatan Camat yang Belum Penuhi Kompetensi Pemerintahan

Latest News