Kopini | Minggu, 8 Juni 2025 - 20:07 WIB
Kalau negara ingin dihormati, maka berhentilah mencurigai rakyat miskin sebagai kriminal. Mereka bukan musuh hukum. Mereka hanya korban dari sistem yang terlalu lama berpihak pada pabrik besar dan pemilik izin.
Penulis: Fauzi AS, Pemerhati Kebijakan Publik
Kopini | Senin, 12 Mei 2025 - 15:13 WIB
Ini bukan berita biasa. Ini kritik dengan rasa sarkas. Bila terasa perih, berarti sasaran tepat. Selamat membaca Bupatiku yang aku sayangi.
Kopini | Senin, 10 Maret 2025 - 17:33 WIB
OkeDaily.com – Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada awal bulan maret ini menjadi pemberitaan hangat di Jawa Tengah khususnya. Perusahan raksasa textile di Indonesia yakni…
Kopini | Senin, 10 Maret 2025 - 17:08 WIB
OkeDaily.com – Dalam kurun waktu belakangan ini, dunia pendidikan riuh dengan perdebatan gelar doktor yang diperoleh oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil…
Kopini | Minggu, 9 Maret 2025 - 14:20 WIB
Kasus-kasus korupsi yang terungkap dibarengi dengan beberapa kebijakan pemerintah yang masih terbilang kontroversial.
Kopini | Jumat, 7 Maret 2025 - 18:35 WIB
Koperasi Desa Merah Putih bukan hanya soal meningkatkan perekonomian desa, tetapi juga soal merajut kembali ikatan sosial di tengah masyarakat.
Kopini | Senin, 6 Januari 2025 - 21:48 WIB
Kebenaran adalah senjata terkuat melawan kecurangan” kalimat yang diungkapkan Plato
Kopini | Kamis, 19 Desember 2024 - 05:32 WIB
Buku bukan hanya soal informasi, tapi juga sebagai teman perjalanan yang menghadirkan ketenangan, imajinasi, dan wawasan baru.
Kopini | Jumat, 6 Desember 2024 - 17:21 WIB
Sederhananya, selama para pemohon mampu membuktikan permohonannya secara jelas dan terperinci, sehingga mampu meyakinkan Mahkamah untuk mendiskualifikasi salah satu paslon, maka tentu Mahkamah tidak akan segan-segan untuk mengeluarkan putusan yang sifatnya mendiskualifikasi salah paslon meski telah dinyatakan menang sekalipun.
Kopini | Rabu, 13 November 2024 - 21:57 WIB
Jerat keterbatasan itu bak mendung yang menggelayuti langit, seolah terperangkap dalam pilu yang mempengaruhi kehidupan mereka sehari-hari. Namun, di tengah rasa putus asa, hadir harapan dari sosok Mas Kiai yang diyakini masyarakat setempat mampu membawa perubahan Sumenep.